Pengertian Moral Amoral dan Immoral

Pengertian Moral Amoral dan Immoral – Perbedaan Amoral dan Immoral

amoral dan immoral– Moral etika adalah nilai-nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

– Amoral sama artinya dengan non moral adalah sesuatu yang tidak berhubungan dengan konteks moral, diluar suasana etis.

– Immoral menurut Concise Oxford Dictionary adalah sesuatu yang bertentangan dengan moralitas yang baik, secara moral buruk, tidak etis.

Kata-kata seperti “etika”, “etis”, dan  “moral” tidak terdengar dalam ruang kuliah saja dan tidak menjadi monopoli kaum cendekiawan. Di luar kalangan intelektual pun sering disinggung tentang hal-hal seperti itu. Memang benar, dalam obrolan di pasar atau di tengah penumpang-penumpang opelet kata-kata itu jarang sekali muncul. Tapi jika kita membuka surat kabar atau majalah, hampir setiap hari kita menemui kata-kata tersebut. Berulang kali kita membaca kalimat-kalimat semacam ini: “Dalam dunia bisnis etika merosot terus”, “etika dan moral perlu ditegaskan kembali”, “adalah tidak etis, jika….”. “ di televisi akhir-akhir ini banyak iklan yang kurang etis”, dan sebagainya.

Kita mendengar tentang “moral Pancasila” dan “etika pembangunan”. Juga dalam pidato-pidato para pejabat pemerintah kata “etika” dan “moral” banyak dipergunakan. Pendeknya, kata-kata seperti ini mewarnai kehidupan kita sehari-hari. Dan dapat ditambah lagi, kata-kata ini tidak berfungsi dalam suasana iseng dan remeh, tapi sebaliknbya dalam suatu konteks yang serius dan kadang-kadang malah amat prinsipil. Jika kita berbicara tentang “etika” dan “moral”, ternyata kita memaksudkan sesuatu yang penting.

Bahan ini membahas tentang etika dan dalam hal ini ”etika” dimengerti sebagai filsafat moral. Tetapi kata “etika” tidak selalu dipakai dalam arti itu saja. Karena itu ada baiknya kita mulai dengan mempelajari terlebih dahulu cara-cara kata itu dipakai, bersama dengan beberapa istilah lain yang dekat dengannya.

Masih mengenal istilah, perlu dibedakan antara amoral dan immoral. Di sini terpaksa kita bertolak dari istilah-istilah Inggris, karena dalam bahasa Indonesia kita mengalami kesulita. Oleh Concise Oxford Dictionary kata amoral diterangkan sebagai :unconcerned with, out of the sphere of moral, non-moral”. Jadi, kata Inggris amoral berarti : “tida berhubungan dengan konteks moral”, “di luar suasana etis”, “non-moral”. Dalam kamus yang sama immoral dijelaskan sebagai “opposed to morality” morally evil”. Jadi, kata Inggris immoral berarti “ bertentangan dengna moralitas yang baik”, “secara moral buruk”,” tidak etis”.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta) yang lama tidak terdapat “amoral” atau “immoral”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru tidak dimuat “immoral”, tapi terdapat kata “amoral” yang dijelaskan sebagai “tidak bermoral, tidak berakhlak” dan diberi contoh “Memeras para pensiunan adalah tindakan amoral”. Penjelasan ini memang sejalan dengan apa yang kadang kala dapat kita baca atau dengar, tapi sulit juga untuk dipertahankan karena bercampuraduk amoral dan immoral sebagaimana dipakai dalam bahasa Inggris serta banyak bahasa modern lain dan akhirnya berasal dari bahasa latin. Kata “amoral” sebaiknya diartinya sebagai “netral dari sudut moral” atau “tidak mempunyai relevansi etis”.

Contoh tadi bisa dirumuskan “Memeras para pensiunan adalah tindakan tidak bermoral”, kiga kita tidak ingin memakai kata “immoral”, tapi menggunakan kata “amoral” di sini adalah salah kaprah. Dalam hal ini kita tidak mempunyai alasan untuk menyimpang dari kebiasaan internasional. Judil sebuah artikel “Decision making in business : amoral?” tidak mungkin diterjemahkan “Apakah pengambilan keputusan dalam bisnis tidak bermoral?” salah satu terjemahan yang tepat adalah “Apakah pengambilan keputusan dalam bisnis tidak mempunyai relevansi moral?”

Berikan Komentar Tentang Ini :

Komentar