Pengertian Ketidakwajaran Skor Tes

Pengertian Ketidakwajaran Skor Tes – Ketidakwajaran Pengukuran Tes

Ketidakwajaran Skor Tes

Hulin (1983) mengemukakan bahwa pembahasan tentang ketidakwajaran pengukuran terbatas pada keanehan pola jawaban peserta tes (siswa) dalam tes. Pola jawaban yang dihasilkan peserta tes tidak normal. Ada sejumlah jawaban benar terhadap butir-butir sulit pada seperdua tes yang pertama dan dan ada sejumlah jawaban salah terhadap butir-butir tes yang mudah pada seperdua tes berikutnya, atau peserta tes yang kreatif mungkin memberikan penafsiran yang berbeda terhadap butir tes yang mudah. Akibatnya, respons butr seperti n tidak cocok dengan teori respon butir yang mengasumsikan peluang jawaban benar fungs dari kecerdasan peserta tes.

Penyebab lain dari ketidakwajaran pengukuran adalah kecurangan dalam tes, misalnya siswa-siswa yang menyontek. Lembar jawaban bagi sswa curang dalam tes mungkin akan tampak ganjil, kelompok jawaban bag siswa curang dalam tes mungkin akan tampak ganjil, kelompok jawaban benar akan bercampur dengan kelompok jawaban yang hampir semuanya tidak benar. Jenis pola jawaban seperti ini berbeda pada setiap peserta ujian. Keadaan in dapat dideteksi melalui ketidakwajaran pengukuran dapat pula bersumber dari kondisi penilaian.

Nitko (1996) dan Wiersma dan Jurs (1990) menyatakan tekanan mental peserta tes, seperti cemas, khawatir, takut gagal, kekurangmampuan dalam menulis, dapat menyebabkan peserta tes tidak berhasil menjawab secara benar butir-butir tes. Sebagai akibatnya siswa-siswa seperti akan memperoleh skor yang tidak tepat, yakni tidak sesuai dengan kemampuan mereka sebenarnya.

Berdasarkan uraian d atas dapat disimpulkan bahwa ketidakwajaran skor tes muncul apabila butr-butir tes gagal mengukur secara tepat karakterstik siswa yang hendak diukurnya, kendatipun tes tersebut merupakan ukuran yang cocok untuk siswa keseluruhan. Atau dengan kata lain, ketidakwajaran skor tes menyebabkan siswa memperoleh skor yang tidak sesuai dengan kemampuannya, mungkin lebih rendah atau lebih tinggi dari yang seharusnya dicapainya.

Berikan Komentar Tentang Ini :

Komentar