Mahasiswa Psikologi UNJ Kenalkan ADHD dan Autisme Kepada Masyarakat

Mengenal ADHD dan AutismeAnak merupakan anugrah terindah yang dimiliki orang tua. Tidak ada orang tua di dunia yang menginginkan anaknya terlahir sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Salah satu contoh Anak Berkebutuhan Khusus adalah ADHD dan Autisme.

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan kondisi neurologi yang meliputi gangguan perhatian dan hiperaktifitas-impulsif yang dalam perkembangannya tidak sesuai dengan usia anak. ADHD ditandai dengan perasaan gelisah, tidak bisa diam atau duduk tenang, suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan (Wikipedia.org).

Selain ADHD, Autisme jugamerupakan contoh Anak Berkebutuhan Khusus. World Health Organization’s International Classification of Diseases mendefinisikan autisme sebagai adanya keabnormalan dan atau gangguan perkembangan yang muncul dengan karakteristik tidak normalnya tiga bidang yaitu interaksisosial, komunikasi, dan perilaku yang diulang-ulang.

Meskipun belum ada data yang akurat, diperkirakan terdapat 12.800 anak penyandang autisme di Indonesia (klinikautis.com). Dalam populasi anak sekolah, ada 2-4% anak yang menderita ADHD dan diperkirakan akan ada sekitar 7.000 kasus tiap tahunnya (artikelabk.wordpress.com).

Peningkatan jumlah ABK, tidak dibarengi dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang gangguan tumbuh kembang anak tersebut. Sebagai wujud kepedulian, mahasiswa Psikologi UNJ membuat sebuah kegiatan sosialisasi mengenai ADHD dan Autisme. Kegiatan yang memiliki tema “ADHD & Autism Caregiver” ini bertujuan untuk mengenalkan kedua gangguan tersebut kepada masyarakat.

Sosialisasi dilakukan melalui media sosial seperti Instagram dan Youtube. Selain mengenalkan tentang apa itu ADHD dan Autisme, masyarakat juga dapat mengajukan pertanyaan maupun pendapat yang nantinya akan diberikan apresiasi.

Dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memiliki pengetahuan mengenai ADHD danA utisme agar tidak memandang penderitanya sebelah mata atau menjadikannya bahan ejekan. Serta sebagai sarana edukasi bagi para orang tua yang memiliki Anak ADHD dan Autisme, maupun bagi orang tua lain agar dapat mencegah kelahiran anak dengan ADHD dan Autisme. Anda dapat mendukung kegiatan sosialisasi “ADHD & Autism Caregiver” dengan mengikuti akun Instagram @aacofficial.

(Indah Ardhiny Isra/Liputan6)

Berikan Komentar Tentang Ini :

Komentar