Keberadaan Manusia menurut Filsafat

Keberadaan Manusia menurut Filsafat – Watak dan Sifat Manusia menurut Filsafat

Keberadaan Manusia menurut FilsafatManusia mampu mengetahui dirinya dengan kemampun berpikir yang ada pada dirinya. Manusia menghasilkan pertanyaan tentang segala sesuatu. Filsafat lahir karena berbagai pertanyaan yang diajukan oleh manusia. Ketika manusia mulai menanyakan tentang keberadaan dirinya, filsafat manusia dengan mempertanyakan, “siapakah kamu manusia?” Manusia bisa memikirkan dirinya, tapi apakah tujuan pertanyaan yang diajukannya. Keberadaan dirinya diantara yang lain yang membuat manusia perlu mendefinisikan keberadaan dirinya.

Apabila pertanyaan manusia dapat mengatur dirinya untuk dapat membedakan apa yang baik dan buruk baginya yang harus diperoleh dari hakikat diri manusia. Hakekat diri manusia tidak akan muncul ketika tidak terdapat pembanding diluar dirinya. Sesuatu yang baik dan buruk pada manusia menunjukkan dirinya ada dinilai diantara keberadaan yang lain.

Filsafat manusia menduga bahwa suatu watak manusia suatu kumpulan atau corak-corak yang khas, atau rangkaian bentuk yang dinamis yang khas yang secara mutlak terdapat pada manusia. Kategori manusia secara fundamental dari semu kebudayaan memiliki kesamaan. Suatu kebudayaan manusia tidak mungkai ada tanpa bahasa. Semua kebudaya diatur untuk dapat menyaelamatkan solidaritas kelompok yang dengan cara memenuhi tuntutan yang di ajukan oleh semua orang, yaitu dengan mengadakan cara hidup teratur yang memungkinkan pelaksanaan kebutuhan vital mereka.

Berikan Komentar Tentang Ini :

Komentar